loading...

Guyonan-Guyonan Kocak Ala Mukidi, Si Pria Ndeso yang Lagi Viral di Internet

1

Baru baru ini indonesia degegerkan dengan sosok mukidi orang ndeso Tokoh Mukidi digambarin sebagai sosok pria ndeso alias kampungan, kadang ngomong pake bahasa Jowo, kadang Madura, kadang juga bahasa Jakarta'an. Umurnya enggak jelas pulak, berubah-berubah. Sebentar jadi anak SD, lalu jadi orang dewasa, trus jadi kakek-kakek.

Yawadah yuk, daripada penasaran langsung aja nih baca kumpulan humor ala Mukidi yang kocaknya sampe bikin ketawa jingkrak-jingkrak, Mukidi dan Gajah

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.00. Bel sekolah berbunyi dan para siswa pun langsung berlarian memasuki kelasnya masing-masing. Termasuk Mukidi. 
Siang itu Mukidi duduk di paling depan. Karena salah satu bangku teman yang ada di depan tidak masuk. Maka dari itu Mukidi berniat duduk di paling depan. Nah pada kesempatan itu, Guru Mukidi berkeinginan untuk membuat teba-tebakan nama hewan. Berikut dialognya
  • Guru: "Anak-anak, apa nama binatang yang dimulai dengan huruf G ?".
  • Mukidi berdiri dan menjawab : "Gajah, bu guru !"
  • Guru: "Bagus, pertanyaan berikutnya. Apa nama binatang yang dimulai dengan huruf 'D' ?"
Semua murid diam
  • Mukidi kembali berdiri :"Dua gajah, Bu Guru..."
Gerrr sak kelas
  • Guru :"Mukidi, kamu berdiri di pojok sana ! Ayo anak-anak kita lanjutkan. Pertanyaan berikut, binatang apa yang dimulai dengan huruf "M"?
Semua murid diam....
  • Lagi-lagi Mukidi menjawab dengan tenang "Mungkin Gajah..."
  • Guru:"Mukidi, kamu keluar dan berdiri di depan pintu !"
Mukidi keluar dengan suuedihhh..
  • Guru :"Pertanyaan terakhir. Anak-anak, binatang apa yang dimulai dengan huruf "J"?
Semua diam. Tak lama sayup-sayup terdengar suara Mukidi dari luar kelas
  • Mukidi : "Jangan-jangan Gajah"
Saking kesalnya, Bu Guru menyuruh Mukidi pulang....
  • Guru : "Sekarang anak-anak, binatang apa yang diawali dengan huruf P ?"
Sekali lagi semua murid terdiam. Tiba-tiba HP bu Guru berdering.
  • Guru: "Ya hallo..."
  • HP : 'Maaf bu, saya Mukidi. Jawabannya: Pasti Gajah"
2

Mukidi dan Raport

Ini cerita pas Mukidi nampa rapot...
  • *Mukidi* : "Pak, mengko pas preian nyong detukokna pit ya.."
  • *Bapake Mukidi* : "Oke, tapi rapot sekolahmu kudu ana angka 9-e. Telu bae, ora usah kabeh".
Bar tampa rapot ...
  • *Mukidi* : "Pak, rapote inyong ana angka 9-ne telu. Pit-e endi, Pak..?!"
  • *Bapake Mukidi* : "Naaaahhh kaya kuwe sing jenenge anake Inyong. Pinter sekolahe. Kae pit-e wis tek tukokna, neng pedangan. Rapote endi..??"
  • *Mukidi* : "Tek delah neng ndhuwur tivi, Pak..." ujare Mukidi karo ngglindhing numpak pit anyar.
Isi Raporte :
  • -Matematika = 3
  • -IPA = 4
  • -Penjas = 4
  • -IPS = 4
  • -Bhs Indonesia = 3
  • -Sakit = 9
  • -Ijin = 9
  • -Alpa = 9
3

Mukidi dan ayam goreng

Dalam keadaan lapar, Mukidi masuk ke sebuah rumah makan. Ia memesan ayam goreng. Tak lama kemudian sebuah ayam goreng utuh tersaji. Baru saja Mukidi hendak memegangnmya, seorang pelayan datang tergopoh-gopoh.
"Maaf mas, kami salah menyajikan. Ayam goreng ini pesanan bapak pelanggan yang disana", kata pelayan sambil menunjuk seorang pria berbadan kekar dan berwajah preman.
Akan tetapi karena sudah terlanjur lapar, Mukidi ngotot bahwa ayam goreng itu adalah haknya.
Pria bertampang preman itu segera menghampiri meja Mukidi dan menggertaknya.
"AWAS kalau kamu berani menyentuh ayam itu...!!! Apapun yang kamu lakukan kepada ayam goreng itu, akan aku lakukan kepadamu. Kamu potong kaki ayam itu, aku potong kakimu. Kamu putus lehernya, aku putus lehermu..!!!"
Mendengar ancaman seperti itu, Mukidi hanya tersenyum sinis sambil berkata:
"Silahkan! siapa takut?"

Lalu Mukidi segera mengangkat ayam goreng itu dan menjilat pantatnya.

4

Setelah Mukidi sukses, dan punya anak cucu

Suatu malam, mbah Mukidi yang sudah berusia 85 tahun telpon ke dokter pribadinya.
  • Mukidi: "Dokter, ada yang aneh dengan toilet saya. Setiap malam waktu saya mau kencing, lampunya langsung nyala sendiri begitu saya buka pintunya."
  • Dokter: "Mbah, embah istirahat saja deh, nanti saya perbaiki." si dokter, mencoba menenangkan mbah Mukidi.
Karena merasa ada yang aneh, kemudian si dokter menelpon keluarga si Embah, dan yang ngangkat putri bungsunya, Sheilla namanya.
  • Dokter: "Halloo dik Sheilla, tadi mbahmu memberitahu bahwa lampu toiletnya langsung menyala saat pintunya dibuka, apa memang kamar mandi di pasang lampu otomatis ?"
Mendengar hal ini, Sheilla langsung berteriak,
  • Sheilla; "Mamah... Kakak ... mbok Ijah ... Papah kencing di kulkas lagi tuhhh..."
  • Dokter: "Waduhhhh..."
5

Ternyata Mukidi sayang banget sama Markonah

Suatu hari istri Mukidi, Markonah akan melahirkan anak pertama mereka. Mukidi pun buru-buru ke rumah sakit dan disuruh masuk untuk menyaksikan proses persalinan
Setelah persalinan selesai Mukidi mengecup kening istrinya sambil berkata:
  • Mukidi: Alhamdulillah... anak kita perempuan, makasih yaa, sayaank...
  • Istri: Iyaa, kang
  • Mukidi: Sakit yaa, sayank...?
  • Istri: Iyaa kang...sakiit banget!
  • Mukidi: Yaaank... aku sayaaang banget sama kamu... aku ga tega
  • Istri: Iyaa kang...!
  • Mukidi: Nanti kalau untuk anak kedua titip sama yang lain aja yaaa... jangan dari kamu lagi, aku ga tega, yaank.
  • Istri: ...??????????...
6

Kawin 3 kali, Markonah masih perawan

Ternyata Markonah, istri Mukidi, masih perawan. Dia pergi ke dokter kandungan untuk periksa.
Waktu dokter mau periksa bagian dalam, terjadi percakapan:
  • Markonah: “Hati-hati periksanya ya Dok, saya masih perawan lho…”
  • Dokter: “Lho… katanya ibu sudah kawin-cerai 3x, mana bisa masih perawan…?? ”
  • Markonah: “Gini lho Dok, eks suami saya yang pertama ternyata impoten…...!!”
  • Dokter: “Oh begitu… tapi suami ibu yang kedua tidak impoten kan....?”
  • Markonah: “Betul Dok, cuma dia Gay, jadi saya tidak pernah di-apa-apain sama dia…”
  • Dokter: “Lalu suami ibu yang ketiga si Mukidi tidak impoten dan bukan gay kan....?”
  • Markonah: “Betul Dok, tapi ternyata dia itu orang partai…”
  • Dokter: “Lalu apa hubungannya dengan keperawanan ibu…??”
  • Markonah: “Dia? cuma janji-janji saja Dok, tidak pernah ada realisasinya..... Jadi cuma dicontreng aja, gak dicoblos......!!!

Mukidi nonton bioskop

Jam 8 pagi di kantor bioskop.
Kriiiiing! telpon di meja kantor bioskop XXl berbunyi.
  • Mukidi : "Halloow mas.... saya mau nanya, bioskop buka jam berapa.... ?"
  • Penjaga : "Jam satu mas.
  • Mukidi : "Bisa buka jam sembilan tidak mas?"
  • Penjaga : "Gak bisa. Biasa jam satu bukanya."
Jam 11, telepon bunyi lagi.
  • Mukidi : "Hallow..... Jam berapa bukanya bioskop?"
  • Penjaga : "Kamu yang telpon tadi ya mas? Kan sudah dikasih tau.. bukanya jam 1"
  • Mukidi : "Jam 12 tidak bisa, mas?"
  • Penjaga : "Tidak bisa! Emang bioskopnya mbahmu apa!"
  • Mukidi : "Nawar sedikit saja mas. Gak apa-apa sudah, setengah satu saja ya?"
  • Penjaga : [dongkol] "Sebenarnya kamu mau nonton film apa tho, kok telepon terus-terusan?"
  • Mukidi : [sambil menangis] "Saya ini sebenarnya di dalam bioskop mas. Tadi malam pas nonton pilem ketiduran. Tolong, mas, bukakan pintunya. Saya pingin pulang."
8

Mukidi Merdeka

Jaya adalah tetangga Mukidi, tapi mereka tak pernah rukun. Mukidi merasa Jaya adalah saingannya. Jika Jaya beli sepeda baru, Mukidi tidak mau kalah. Mukidi ya beli sepeda baru juga.
Ketika menjelang Lebaran, rumah Jaya dicat merah. Besoknya, Mukidi mengecat dengan warna merah juga. 
Karena kini 17 Agustusan, Jaya memasang spanduk di depan rumah bertulisan "INDONESIA TETAP JAYA". Hati Mukidi panas dan memasang spanduk juga dangan tulisan "INDONESIA TETAP MUKIDI"
9

Mukidi ikut lomba nyanyi

  • Mukidi : "enam belas agustus tahun empat lima...".
  • Juri : "salah itu..., ulangi !".
  • Mukidi: "enam belas agustus tahun empat lima...".
  • Juri : "salah..., kesempatan terakhir!"
  • Mukidi: "saya ndak salah pak, sampean dengar saya nyanyi dulu".
Akhirnya juri serius mendengarkan Mukidi bernyanyi.
  • Mukidi: "enam belas agustus tahun empat lima..., BESOKNYA hari Kemerdekaan kita..."
10

Mukidi oh... Mukidi

  • Guru bertanya:"Anak-anak... Siapa yg mau masuk surga..?"
  • Serempak anak-anak menjawab "Sayaaaa..!"
Mukidi yang duduk di belakang diam saja..
  • Bu guru bertanya lagi : "Siapa yang mau masuk neraka..??"
  • Anak-anak : "Tidak mauuuu....!!!" 
Mukidi tetap diam saja.
  • Bu guru mendekat : "Mukidi, kamu mau msk surga atau neraka...?
  • Mukidi: "Tidak kedua- duanya bu guru..."
  • Bu guru: "Kenapa..?"
  • Mukidi: "Habis waktu ayah saya mau meninggal, beliau berpesan, 'Mukidi, Apapun yang terjadi kamu harus masuk TENTARA...!"
  • Bu guru: @@#$^&&&^%

Haha itulah si mukidi semoga anda terhibur gan. Jangan lupa share ya

0 Response to "Guyonan-Guyonan Kocak Ala Mukidi, Si Pria Ndeso yang Lagi Viral di Internet"

Post a Comment